VIRAL! Fakta Baru Kasus Penyerangan Remaja di Bogor, Polsek Leuwisadeng Dalami Motifnya
--
ASCOMAXX.com – Polsek Leuwiliang jajaran Polres Bogor Polda Jabar masih tengah mendalami pengungkapan kasus meninggalnya seorang remaja berusia 16 tahun yang ditemukan bersimbah darah di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Korban diduga kuat adalah korban salah sasaran aksi penyerangan di jalan raya.
Petugas menekankan bahwa insiden tragis yang merenggut nyawa korban tersebut murni aksi penganiayaan di jalan dan bukan dipicu oleh pertikaian yakni aksi tawuran antarkelompok.
Kapolres Bogor melalui Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal juga keterangan sementara, korban diserang secara acak ketika melintas di lokasi kejadian.
Baca juga: Siapa Agus Gumiwang? Profil dan Biodata Eks Menperin yang Dicopot Saat Bertugas di Amerika Serikat
“Berdasarkan pendalaman keterangan dan cerita dari pihak yang kita amankan, korban ini sebenarnya merupakan korban salah sasaran. Kasus ini juga bukan aksi tawuran, melainkan penyerangan acak yang terjadi di jalan raya,” ungkap Kapolsek, Kamis (8/10/2026).
Sebelumnya, jajaran Polsek Leuwiliang berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku yang menuju pada penyebab kematian korban. Pelaku yang diamankan pada Rabu (7/10/2026) tersebut diketahui masih berstatus anak di bawah umur dengan usia 16 tahun.
Mengingat status terduga pelaku yang masih di bawah umur, penanganan perkara tindak pidana tersebut resmi dilimpahkan ke Satres PPA & PPO Polres Bogor sebagai upaya proses penyidikan khusus anak.
Peristiwa nahas tersebut berawal ketika korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di Leuwisadeng, 27 November 2025 lalu. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka terbuka sebab senjata tajam pada bagian paha korban.
Maryanto memastikan insiden maut tersebut sama sekali bukan bagian dari aksi tawuran antarpelajar. Petugas bergerak cepat dengan membekuk satu orang terduga pelaku yang juga masih berusia di bawah umur.
”Sementara kemarin sudah kita amankan, satu orang yang masih diduga ada kaitannya,” ujar Maryanto, Rabu (7/10). “Satu terduga pelaku sudah kita amankan. Karena yang bersangkutan masih di bawah umur, penanganan perkara langsung kita limpahkan ke Unit PPA Polres Bogor untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tekannya.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (27/11/2025) lalu, di mana korban ditemukan meninggal dunia sebab mengalami luka berat dari sabetan senjata tajam di bagian paha. Kepolisian memastikan akan mengusut tuntas tatanan keterlibatan pihak lain pada musibah ini.
Aparat kepolisian kini masih memburu jaringan pelaku lain guna mengungkap motif sebenarnya di balik tragedi berdarah ini.
Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban yang ditinggalkan.