Bubah Alfian Ungkap Kronologi Kecelakaan Sepulang dari JFC 2026, Sempat Pasrah di Tengah Mobil Hilang Kendali
--
ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini akan berbagi informasi mengenai kecelakaan mobil Bubah Alfian usai JFC 2026 yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terkini!
Makeup artist ternama Bubah Alfian membagikan pengalaman menegangkan yang dialaminya usai menghadiri rangkaian acara Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Dalam perjalanan pulang dari Jember menuju Jakarta, mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan setelah mendadak kehilangan kendali. Beruntung, ia selamat dari insiden tersebut meski sempat merasakan momen yang begitu mencekam.
Melalui unggahan di media sosial, Bubah menceritakan bahwa kendaraan yang ditumpanginya tiba-tiba bergerak tidak terkendali hingga terombang-ambing ke sisi kanan dan kiri. Situasi itu membuatnya mengira perjalanan hidupnya akan berakhir pada hari tersebut.
Baca juga: SELAMAT! Hessel Steven Wong Resmi Menikahi Sandy, Pernikahan Digelar Sehari Usai Ulang Tahun ke-44
"Hari ini, dalam perjalanan dari Jember menuju Jakarta, saya mengalami kecelakaan," tulis Bubah mengawali kisahnya.
Ia kemudian mengungkapkan, "Di tengah mobil yang kehilangan kendali, terbanting ke kanan dan ke kiri, ada satu momen ketika saya benar-benar berpikir, 'Mungkin sampai di sini'."
Namun, keadaan berkata lain. Bubah berhasil selamat dari kecelakaan tersebut dan mengaku sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali bertemu orang-orang yang dicintainya. Menurutnya, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa hidup dapat berubah dalam hitungan detik.
"Alhamdulillah, Allah masih memberi saya kesempatan untuk pulang, memeluk orang-orang yang saya sayangi, dan melanjutkan mimpi yang belum selesai," ungkapnya penuh rasa syukur.
Peristiwa tersebut juga membuat Bubah melakukan refleksi terhadap perjalanan hidupnya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang mungkin pernah tersakiti oleh perkataan maupun sikapnya. Bagi Bubah, kejadian itu menyadarkannya bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kesempatan terakhir untuk bertemu atau memeluk orang-orang terdekat.