Tuesday 5th of May 2026
×

Heboh Sertifikat Mualaf dr. Richard Lee Dicabut Efek Konflik dengan Doktif, Begini Klarifikasi dan Tanggapan Richard Lee

Heboh Sertifikat Mualaf dr. Richard Lee Dicabut Efek Konflik dengan Doktif, Begini Klarifikasi dan Tanggapan Richard Lee

--

Menurutnya, hubungan antara manusia dengan penciptanya adalah urusan privat yang tidak seharusnya dijadikan komoditas konflik publik.

"Saya hanya ingin belajar dengan cara saya sendiri tanpa tekanan. Jika ada yang merasa kecewa, saya minta maaf, tapi jangan menyebarkan berita bohong seolah-olah ada pencabutan status administratif," ujar dr. Richard Lee melalui keterangan di media sosialnya.


Hal ini dibenarkan Pengurus Mualaf Centre Indonesia sekaligus pendakwah, Hanny Kristianto. Hanny Kristianto menyebut sertifikat mualaf Richard Lee memang dicabut, tapi bukan status keislaman Richard Lee. "Saya nggak mencabut status mualafnya. Nah, jadi terbalik nih, hati-hati. Jadi, saya mencabut sertifikatnya," kata Hanny 

Baca juga: Mobil Pecah Ban di Tol Jagorawi Viral, Jasa Marga Gercep Lakukan Perbaikan dan Ganti Rugi!

Baca juga: Link Video Tasya Gym Bandar Batang Menuju Hotel Bocor, Begini Klarifikasi Hingga Fakta Lengkapnya!

Pencabutan dokumen itu dipicu lantaran digunakan dalam polemik hukum. Hanny lalu menyinggung pernyataan kuasa hukum yang menyebutkan punya bukti terkait waktu Richard masuk Islam. "Karena saya lihat waktu itu kan ramai tuh, ribut soal mualaf. Terus pengacaranya bilang, 'Ya kita ada bukti. Kita ada bukti Richard masuk Islam 5 Ramadan 2025 atau 5 Maret 2025.' Nah, berarti itu kan sertifikat yang akan digunakan," ujarnya.

Hanny menyebut sertifikat mualaf merupakan dokumen administrasi yang punya fungsi penting. Khususnya untuk perubahan data agama di KTP pemiliknya.

"Sertifikat itu adalah bukti administrasi yang digunakan wajib dan disegerakan merubah kolom agama di KTP. Karena banyak sekali terjadi mualaf-mualaf meninggal, dikubur bukan dengan cara Islam," bebernya.

Sementara itu, menanggapi kabar pencabutan sertifikat mualaf tersebut, pihak Richard Lee mengaku menerima keputusan Mualaf Centre Indonesia dan Hanny Kristianto.

"Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada. Bagi kami, keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen," tulisnya di media sosial pada Senin (4/5), seperti diberitakan detikHot.

"Dr. Richard tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dengan bijak. By Admin," jelasnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST