Sunday 3rd of March 2024

Viral! Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Medan Menumpuk di Bak Semen, Pihak Kampus Sebut Itu Adalah Kadaver

×

Viral! Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Medan Menumpuk di Bak Semen, Pihak Kampus Sebut Itu Adalah Kadaver

--

ASCOMAXX.com - Sebuah video penemuan mayat di kampus Unpri Medan viral. Banyak yang penasaran dengan mayat yang tergeletak menumpuk di bak semen lantai 15. Hal ini kemudian diklarifikasi langsung oleh pihak kampus dimana mayat tersebut adalah Cadaver.

Berita tentang penemuan lima jenazah di Kampus Universitas Prima Indonesia (UNPRI) di Jalan Ayahanda, Medan, Sumatera Utara, akhirnya mendapat tanggapan dari pihak universitas. Drg. Susanto, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI, membantah klaim bahwa jenazah tersebut adalah korban pembunuhan.


Menurut Susanto, kelima jenazah yang ditemukan oleh polisi merupakan bahan ajar untuk praktik Ilmu Anatomi di Fakultas Kedokteran UNPRI sejak tahun 2008.

"UNPRI meluruskan berita yang sempat simpang siur mengenai penemuan dua mayat korban pembunuhan di dalam Kampus UNPRI adalah tidak benar. UNPRI memiliki Fakultas Kedokteran yang berdiri sejak 2008 dan memiliki Laboratorium Anatomi atau Ilmu Urai," kata Susanto dalam keterangannya yang dikirim Humas UNPRI Devi Marlin kepada Tempo, Rabu 13 Desember 2023.

Baca juga: Jadwal Tanding Tinju Dunia Devin Haney vs Ryan Garcia! Saling Adu Kuat, Salah Satu Akan Gugur Tahan Malu?

Baca juga: Intip Jadwal Konser NDX AKA Periode 8- 31 Desember 2023, Dijamin Full Ambyar Lur!

Salah satu jenis bahan ajar tersebut adalah kadaver atau tubuh manusia yang telah diawetkan. Pengadaan kadaver di kampus UNPRI, kata Susanto, telah dilakukan sejak kepemimpinan Rektor Profesor Jacobus Tarigan pada tahun 2005.

Ia menegaskan bahwa penggunaan kadaver sebagai media pembelajaran Ilmu Anatomi sudah diatur oleh undang-undang, dan setiap Fakultas Kedokteran, termasuk UNPRI, memiliki kadaver.

Baca juga: Rekaman Video Mesum Siswi SMA di Cianjur Viral, Tersebar di Grup Whatsapp Hingga Undang Reaksi Geram Kepala Sekolah

Sumber:

UPDATE TERBARU