Sunday 14th of July 2024

Kronologi Aksi Bentrok PSHT VS Brajamusti di Yogyakarta, Hebohkan Warga Bikin Suasana Mencekam

×

Kronologi Aksi Bentrok PSHT VS Brajamusti di Yogyakarta, Hebohkan Warga Bikin Suasana Mencekam

--

ASCOMAXX.com - Aksi bentrok yang terjadi pada Minggu (4/6/2023) di Kota Yogyakarta begitu mecekam. Bentrok tersebut terjadi karena perselisihan antara PSHT dan Brajamusti. Atas kejadian tersebut, membuat warga heboh dan susasan menjadi mencekam. Berikut kronologi lengkapnya.

PSHT ini merupakan aliran pencak silat di Indonesia yang memiliki basis anggota yang luas di Indonesia dan bahkan di luar negeri. Mereka sering mengadakan pertemuan, latihan, dan kegiatan lain dan mempromosikan seni bela diri Indonesia.


Pada Minggu (4/6/2023), situasi di Kota Yogyakarta menjadi tegang karena terjadi keributan antara dua kelompok. Keributan ini pertama kali terjadi di area balai kota di Jalan Taman Siswa dan kemudian meluas ke beberapa lokasi lainnya. Bentrokan ini diduga sebagai akibat dari peristiwa keributan yang terjadi minggu sebelumnya.

Baca juga: Sukoshi Sukoshi Dame Artinya Apa? Viral Karena Sebuah Video Kocak TKI di Jepang

Baca juga: Rundown Mukashi Festival: 4 Juni 2023 Masuk Hari Kedua, JKT 48 Siap Hentakkan Outdoor Senayan Park

Baca juga: Link Video Syur WNA di Kolam Renang dan Jalan Gang yang Viral di Whatsapp Full No Sensor

Kronologi Bentrok PSHT VS Brajamusti

Kejadian dimulai ketika Ali Sutanto, seorang anggota PSHT dan koordinator SAR Parangtritis, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh oknum pendukung Brajamusti. Pada saat itu, Ali mencoba untuk meredakan keributan antara penduduk dan para pendukung tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, pada Minggu (4/6/2023) sore sekitar pukul 16.30 WIB, sekelompok orang yang diduga anggota perguruan bela diri datang dalam jumlah besar, sekitar ratusan orang, melalui Jalan Kenari. Mereka bermaksud untuk mengunjungi basecamp para pendukung sepak bola di sekitar Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan tersebut diarahkan menuju Jalan Kusumanegara. Setelah Magrib atau di Jalan Tamansiswa, mereka kemudian bertemu dengan kelompok masyarakat lainnya yang menyebabkan saling lempar batu.

Sumber:

UPDATE TERBARU