Link: Rental Mobil
      • Home
      • |
      • news
      • |
      • TEST RIDE: Yamaha MT-09 Tracer

TEST RIDE: Yamaha MT-09 Tracer
Terlaris Di Eropa
November 30 2016

By M. BAGHENDRA
lifestylenews TEST RIDE: Yamaha MT-09 Tracer


Yamaha MT-09 Tracer, namanya mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Bisa dimaklumi. Selain karena baru diluncurkan April lalu, PT Yamaha Motor Indonesia juga agaknya kurang gencar melakukan promosi. Website resmi mereka saja langsung mengarahkan ke laman Yamaha Inggris, apabila ada calon konsumen yang ingin mencari informasi lebih tentangnya.

Di Eropa, ini merupakan salah satu moge terlaris. Penjualannya bahkan pernah menyaingi BMW R1200GS sang memang pemegang tahta sejak dahulu. Pertanyaannya kemudian, mengapa motor dengan nama lain Tracer 900 dan FJ-09 ini banyak diminati oleh bikers Benua Biru?

Dilihat dari tampilannya memang cukup menggiurkan. Gemuk di depan, ramping di belakang. Parasnya galak, dengan sistem pencahayaan full LED. Pada dasarnya motor ini adalah MT-09 yang mendapat beberapa gubahan agar kemampuan touring-nya semakin mumpuni.

Sebut saja posisi duduk yang lebih tinggi, bodi dengan half fairing, tangki besar 18 liter, hand guard, windshield, soket listrik, dudukan side dan top case, serta fitur-fitur elektronik yang lebih lengkap.

Saat saya duduk di atas joknya, kaki harus sedikit jinjit. Biarpun begitu, saat dipakai berkendara rasanya sangat nyaman. Posisi duduk yang tegak, serta handle bar lebar membuat biker tidak mudah lelah saat melakoni perjalanan jauh sekalipun.

Racikan chassis kokoh dan ban belakang lebar berukuran 180/55 17 inci berhasil membuatnya sangat stabil, meski dipacu dalam kecepatan tinggi sekalipun. Meskipun karakter mesin tiga silindernya masih terasa sedikit bergetar saat pedal gas diputar, tapi ini tidak terlalu menggangu.

Aura sport juga sangat kental saat berkendara dengan motor ini. Salah satunya dikarenakan posisi kaki yang agak ke belakang, sehingga motor lebih mudah untuk dikendalikan. Kami beberapa kali merasakan kelincahannya saat bermanuver di tikungan. Menikung dalam kecepatan tinggi pun, kami begitu percaya diri.

Satu yang harus diperhatikan ketika berkendara dengan MT-09 Tracer adalah lontaran tenaganya. Apalagi untuk biker yang baru pertama kali menggunakannya. Meski Yamaha telah mengatur mode berkendara Standar (STD) sebagai pilihan awal, tetap saja saat pedal gas diputar rasanya cukup mengagetkan.

Jika sudah terbiasa, Anda baru bisa merasakan nikmatnya. Bahkan kemampuan ini sangat membantu saat berkendara, karena mampu memberikan tenaga besar hampir di setiap rentang putaran mesin.

Tersedia juga mode berkendara A yang dapat membuat motor lebih responsif, dan mode berkendara B bagi yang menginginkan tenaga MT-09 Tracer lebih jinak.

Fitur Traction Control System (TCS) pun terintegrasi dengan mesin 3 silindernya. Dapat diaktifkan dengan menekan tombol pada instrument cluster. Fitur ini sangat penting terutama saat biker harus melewati jalanan licin sehabis hujan atau berpasir.

Sistem pengeremannya patut diacungi jempol. Cakram ganda diaplikasikan pada roda depannya, dan satu cakram di roda belakangnya. Motor Jepang ini pun telah dilengkapi dengan Anti-lock Braking System (ABS) agar lebih aman.

Bisa dikatakan, ini merupakan salah satu motor sport tourer terbaik yang pernah kami tunggangi. Hanya saja kemampuan menjelajahnya hanya sampai di jalanan aspal saja.

Off-road bukanlah habitatnya. Apalagi dengan ground clearance rendah 135 mm. Kontur tanah yang bergelombang dan bebatuan, tentu akan menjadi hambatan besar.

Selain touring on-road, penggunaan dalam kota juga masih nyaman. Meski terlihat bongsor, namun percayalah bobotnya terasa ringan.

Penggunaan frame CF die-cast aluminium menjadi salah satu penyebabnya, sehingga ketika harus menghadapi posisi stop and go bukan suatu masalah. Kehadiran sistem pendingin cairan, juga membantu mesin tetap sejuk saat berada di kemacetan.

Konsumsi bahan bakarnya pun terbilang baik. Saat digunakan di dalam kota, instrument cluster-nya menunjukkan angka 6,3 l/100 km atau sekitar 15 kpl.

Sebenarnya catatan ini bisa lebih baik apabila Anda selalu mengikuti arahan indicator Eco. Pertanyaannya apakah Anda mampu mengatasi emosi yang memuncak ketika sedang menunggangi moge dengan limpahan tenaga sebesar ini?

Jika Anda tertarik meminangnya, Yamaha membandrolnya dengan harga Rp 325 juta.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik