Link: Rental Mobil
      • Home
      • |
      • lifestyle
      • |
      • Test Ride: Menjajal Aura Moto Guzzi V7 II Racer

Test Ride: Menjajal Aura Moto Guzzi V7 II Racer
Hanya dibuat 1.000 unit di dunia, kami jajal salah satunya
June 23 2016

By M. BAGHENDRA
lifestyle Test Ride: Menjajal Aura Moto Guzzi V7 II Racer


Sejak melihatnya pertama kali, saya langsung jatuh hati. Bodi “sensualnya” itu terinspirasi tren modifikasi di kalangan para rider di London pada dekade ‘60-an, atau biasa dikenal dengan sebutan Café Racer.

Ditambah lagi, Moto Guzzi menghadirkan detail-detail istimewa pada motor ini. Lihat saja tangki bensinnya yang bersinar karena dibalut chromium metal, rangka berwarna kontras dengan cat merah, knalpot kembar, dan jok single seat yang terbuat dari material kulit alcantara.Tidak banyak pabrikan motor melakukan hal ini.

Tampilan retronya juga didukung aplikasi panel instrumen sederhana. Speedometer dan tachometer belum sama sekali tersentuh digital, sehingga berkesan orisinal.

Indikator bahan bakarnya hanya akan menyala bila volume bensin sudah mendekati kapasitas cadangannya. Namun, tak perlu khawatir, sisa bensin setelah indikator menyala masih ada empat liter, cukup untuk melaju sampai ke stasiun pengisian BBM terdekat.

Dalam sejarah pabrikan motor berlambang elang ini, model V7 merupakan model terlaris dari semua line-up yang pernah diproduksi. Model ini pertama kali diperkenalkan di akhir tahun 1960, dan populer karena kepraktisannya serta menyenangkan untuk dikendarai. Warisan itulah yang kemudian diturunkan pada V7 II Racer.

MESIN BERKONFIGURASI V

Motor ini dibekali mesin berkonfigurasi V, sama seperti Moto Guzzi lainnya, yang berhasil menghadirkan sensasi khas motor tradisional. Misalnya, perlu sedikit waktu di awal bagi mesinnya untuk mencapai suhu optimal sebelum bisa digunakan secara maksimal.

Kemudian jangan kaget dengan getaran mesin berkapasitas 744 cc tersebut. Bagi yang baru mencobanya untuk pertama kali mungkin aneh, karena getarannya cukup kuat. Hanya saja, apabila telah mengenalnya lebih lama, justru getaran itulah yang menjadikan karakter berkendara Moto Guzzi begitu khas.

Dengan bobot sekitar 200 kg, posisi duduk rendah, dan torsi puncak yang hadir di rpm rendah, kuda besi ini masih bisa dijinakkan oleh mereka yang jarang menunggangi motor besar sekalipun.

Menembus jalanan padat perkotaan, rasanya sangat menyenangkan. Terutama karena V7 II Racer telah mendapat transmisi baru 6-speed yang memang dirancang ulang untuk memberikan respon mesin lebih baik.

Kesenangan berkendara bahkan semakin terasa saat moge ini dipacu kencang. Tenaga sebesar 48 hp tidak putus-putusnya keluar saat pedal gas diputar.

Ketika berhadapan dengan tikungan tajam, Anda harus berhati-hati karena karakter bermanuver motor ini cukup unik. Dengan tangki bensin besar berkapasitas 22 liter, mesin berkonfigurasi V, dan posisi handle bar layaknya motor balap, Anda harus benar-benar memainkan tubuh untuk menikung.

Hal ini juga dirasakan oleh Arya Hidayat, rider dari Elders Company yang menunggangi V7 II Racer dalam acara Indonesia Moto Adventure. Dia berkendara mengelilingi pulau Lombok bersama motor tersebut selama enam hari.

“Rasanya seperti teman saja, kita harus memahami karakternya dulu baru bisa merasa nyaman berkendara dengannya. Kalau sudah paham, benar-benar menyenangkan seperti ada koneksi antara kita dan motor,” papar Arya.

FITUR KESELAMATAN

Biarpun memiliki karakter tradisional yang kental, Moto Guzzi tetap memperhatikan keselamatan pengendaranya. Sebagai bukti, motor single seater ini telah dibekali fitur anti-lock braking system (ABS) dan traction control.

“Saat di Lombok, kami menyempatkan untuk mampir ke daerah Sembalun. Jalan menuju ke sana itu berkelok-kelok, menjanjak, dan berpasir, namun karena V7 II Racer telah menggunakan traction control, motor tidak selip. Sistem keselamatan ini sangat berguna sekali,” ujar Arya.

Dari segi tampilan sudah tidak terbantahkan, rasa berkendaranya cukup unik, namun masih ada sedikit yang kurang dari motor ini, yaitu suara knalpotnya. Twin exhaust milik V7 II Racer mengeluarkan nada yang terlalu “sopan”, kurang sebanding dengan performa buas motor seharga Rp 480 juta (off-the-road) ini.

Moto Guzzi V7II Racer bisa dijinakkan oleh mereka yang jarang menunggangi motor besar sekalipun



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik