Link: Rental Mobil

TEST RIDE: Bagaimana Handling BMW S1000R
Liar tapi mudah dikendalikan
March 31 2016

By M. BAGHENDRA
lifestyle TEST RIDE: Bagaimana Handling BMW S1000R


​PT Maxindo Moto Nusantara mendatangkan brand BMW Motorrad ke Tanah Air. Kami langsung menyambutnya dengan mencoba BMW S1000R. Bagaimana rasanya?

Walaupun di antara keluarga roadster yang diboyong BMW Motorrad ke Indonesia motor ini bukanlah yang terbesar kapasitas mesinnya, namun BMW S1000R merupakan satu-satunya yang mengaplikasikan depot tenaga berkonfigurasi 4-silinder segaris, sama seperti mesin motor Super Sport BMW S1000RR.

BMW S1000R bertenaga 160 hp pada 11.000 rpm dan torsinya 112 Nm pada 9.250 rpm, dengan kecepatan maksimal lebih dari 200 kpj.

Roadster berbobot 207 kg ini mengaplikasi transmisi manual 6-speed, plus tiga mode berkendara yang bisa dipilih dengan cara menekan tombol mode di sisi kanan kemudi.

Mode berkendara Road menyajikan respons gas yang optimal. Demikian pula pengendaliannya. Sistem pengereman pun maksimal saat akselerasi atau deselerasi di permukaan jalan kering.

Lalu mode Rain menjadikan respons tenaga tak terlalu agresif, dan pengendalian serta sistem pengereman maksimal ketika berada di jalan basah.

Mode berkendara Dynamic akan menghadirkan akselerasi spontan dan menjadikannya terasa lebih buas.

BMW S1000R menanamkan sistem pengereman dari Brembo dengan cakram ganda bertipe floating di roda depan dan cakram tunggal bertipe floating di roda belakang.

Sektor pengendalian Roadster BMW ini ditopang rangka berbahan aluminium composite dan suspensi depan upside down teleskopik berdiameter besar 46 mm, serta suspensi belakang dengan swing arm dan monoshock.

Menariknya, pengaturan sistem suspensi ini dilakukan oleh fitur DDC (Dynamic Damping Control). DDC merupakan fitur yang diadopsi dari BMW HP4, di mana suspensi dapat menyesuaikan situasi dan kondisi di jalan secara elektronik.

Pilihan DDC yang tersedia di BMW S1000R ada tiga, yakni Normal, Soft, dan Hard dengan variasi berkendara sendiri atau tandem.

Mendukung kestabilan berkendara, BMW S1000R mengusung ban Pirelli Diablo Corsa tapak lebar berukuran 120/70 di depan dan 190/55 di belakang, plus penyematan fitur BMW Motorrad Race ABS (anti-lock braking system) dan ASC (automatic stability control) yang terintegrasi secara elektris dengan mode berkendara.

BMW S1000R singkatnya adalah BMW S1000RR versi naked atau tanpa fairing. Perbedaan antara keduanya yang paling menonjol terdapat di setang lebar khas roadster dan knalpot yang lebih pendek.

RASA BERKENDARA

Putar kunci kontak dan tekan tombol start, seketika geraman mesin dan knalpot yang berkarakter langsung memacu adrenalin.

Desain bodinya yang agresif tidak terlalu dihiraukan pengguna jalan lain karena mereka lebih senang mendengar raungan knalpotnya.

Kondisi jalan yang masih lengang kami gunakan untuk akselerasi, pilihan mode Road dengan settingan suspensi DDC Normal kami rasa sudah cukup untuk menghadapi kondisi jalan kota Jakarta hari itu.

Dari gigi satu langsung akselerasi hingga 100 kpj. Tubuh ini terhempas ke belakang seakan-akan BMW S1000R meminta untuk dijinakkan.

Posisi duduknya berbeda sedikit dengan roadster pada umumnya, tepatnya di posisi pijakan kaki yang sedikit ke belakang serupa dengan motor supersport BMW S1000RR.

Dengan posisi ini, kami merasa lebih dapat menguasai motor ini baik saat akselerasi atau bermanuver.

Mendung yang menggelayut pun akhirnya memuntahkan hujan lebat dan ini jelas tantangan bagi kami.

Pindahkan mode berkendara ke Rain dan terasa respon gas serta sistem pengereman beradaptasi cepat dengan permukaan jalan yang licin.

Tarik gas dalam-dalam dan tekan rem secara tiba-tiba, namun Roadster ini tetap tenang dan tidak lepas kendali. Salut dengan sistem elektroniknya yang bekerja keras menjaga kestabilan berkendara.

Mencoba beberapa kali tikungan, meskipun tidak seekstrem di sirkut, Roadster BMW ini tetap bisa diandalkan meskipun kondisi hujan.

Besaran traksi di ban belakang tetap diatur secara baik sehingga tidak terjadi gejala slip.

Meneruskan perjalanan sembari mengaktifkan heated grip untuk menghangatkan tangan dari dinginnya angin sehabis hujan, padatnya lalu lintas kota Jakarta menyapa kami.

Bermanuver di kecepatan rendah sambil memainkan kemudi dengan putaran gas yang lebih ramah, BMW S1000R sukses melarikan diri dari kemacetan.

Menurut kami dari pengalaman singkat bersama BMW S1000R, tawaran yang diberikan BMW Motorrad di Roadster ini adalah kesenangan berkendara, serta desain yang agresif.

Untuk penggunaannya di jalan raya, kami merasa motor ini cocok untuk digunakan harian meski tetap mumpuni untuk dipakai di lintasan balap.

Berminat meminang roadster ini? Silakan siapkan kocek mulai dari Rp 700 jutaan.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik