Link: Rental Mobil
      • Home
      • |
      • news
      • |
      • TEST RIDE Apa Saja Kelebihan New Honda CBR 250 RR

TEST RIDE Apa Saja Kelebihan New Honda CBR 250 RR
Kami mengencani motor sport ini di Pulau Dewata
November 15 2016

By M. BAGHENDRA
lifestylenews TEST RIDE Apa Saja Kelebihan New Honda CBR 250 RR


​Kuda besi yang satu ini tentu sudah dinanti-nantikan kehadirannya oleh penggemarnya di Indonesia. Kami berkesempatan mengujinya dan melaporkannya untuk Anda.

Hasrat untuk menguji New Honda CBR 250 RR kesampaian ketika undangan dari PT Astra Honda Motor (AHM) tiba di kantor Redaksi. Kami dijadwalkan mengencani motor berkapasitas mesin 250 cc keluaran terbaru ini di jalanan pulau Bali pada Sabtu 12 November 2016.

“Untuk pertama kalinya di dunia, All New Honda CBR 250 RR akan dikendarai di jalan raya,” ujar Presdir AHM, Toshiyuki Inuma, yang rencananya juga akan menjajal motor ini bersama kami.

Tidak tanggung-tanggung, perjalanan yang akan memakan waktu satu hari penuh ini, menempuh jarak sampai 231,6 km. Dimulai dari Kuta, menuju ke utara melewati Kintamani dan Singaraja. Setelah itu kembali lagi ke selatan melewati Bedugul dan berakhir kembali di Kuta.

Selama perjalanan, kami akan diajak melewati berbagai medan, mulai dari jalan lurus, tikungan tajam, tanjakan, sampai dengan kemacetan perkotaan.

Test ride ini memang dihelat untuk memastikan kami bisa merasakan seluruh kemampuan motor tersebut di jalan raya, baik itu fitur riding mode selection maupun mengeksplorasi performa maksimal dari mesin dua silinder barunya.

“Para peserta All New Honda CBR 250 RR World Premiere Journalist Test Ride bisa merasakan filosofi Total Control yang diterapkan di dalam pengembangan model ini dan mendapatkan kesenangan berkendara yang tak terlupakan,” ujar Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya.

Test ride ini juga diikuti oleh 19 konsumen yang beruntung. Mereka bahkan diberi kesempatan langsung menggunakan unit motor yang telah dibelinya.

KEUNGGULAN NEW CBR 250 RR

Kesan pertama, kuda besi ini terasa ringan dengan posisi duduk yang cukup nyaman untuk sebuah motor sport.

Mesin dinyalakan, dan raungan knalpotnya menyambut pelan, bahkan terkesan tidak agresif. Mode berkendara standar yang dipakai adalah Sport.

Setelah mulai melesat, terasa semburan torsi puncak 23,3 Nm dan tenaga maksimal 38,1 hp begitu menantang untuk melarikannya lebih cepat.

Kecepatan 150 kpj mudah saja diraih, dan rasanya masih sangat stabil, bahkan meminta untuk dipacu lebih cepat lagi. Namun, kami menahannya demi keselamatan, karena lokasinya di jalan umum.

Di kawasan Gianyar, Besakih, dan sampai di Kintamani perjalanannya cukup seru karena melewati banyak perkampungan, namun laju motor tidak bisa maksimal. Kami juga bertemu beberapa tanjakan, sehingga bisa merasakan bahwa New CBR 250 RR tetap tangguh saat menanjak. Dengan pilihan gigi yang tepat, tanjakan bisa dilahap dengan mudah.

Meneruskan perjalanan menuju Singaraja, kami gunakan mode berkendara Sport Plus, dengan cara menekan tuas yang ada di handle bar sebelah kiri (letaknya agak ke depan).

Kuda besi ini memiliki tiga mode berkendara, yaitu Sport, Sport Plus, dan Comfort. Ketiganya bekerja berdasarkan perintah electronic control module (ECM) yang mengatur mulai dari bukaan throttle, derajat pengapian, dan lain-lain. Semua itu menciptakan rasa yang berbeda di setiap pilihan mode berkendara.

Berkat mode Sport Plus, kami merasakan pedal gas menjadi sangat responsif. Tidak bisa dipungkiri, penggunaan mode Sport Plus mampu membuat senyum saya terkembang saat berkendara.

Di sepanjang jalan Kintamani menuju Singaraja yang berkelok-kelok, kami sangat merasakan manfaatnya. Menyalip kendaraan lain di tikungan jadi begitu mudah.

Ditambah lagi, New CBR 250 RR menawarkan handling yang sangat baik. Meliuk di tikungan tajam sekalipun, rasanya benar-benar menyenangkan. Begitu pula dengan pengeremannya yang telah dibekali ABS.

Saat kembali ke arah selatan pulau Bali, cuaca diliputi hujan, namun kami tetap memacu New CBR 250 RR meski dalam kecepatan yang terhitung berhati-hati. Mode berkendara Comfort kami patok, sehingga respons mesinnya tak seganas mode Sport dan Sport Plus.

Ini demi alasan keselamatan, sebab sepanjang perjalanan banyak terdapat tikungan dan turunan tajam. Permukannya pun banyak yang bergelombang atau bumpy. Beruntunglah, kuda besi dengan suspensi upside down di depan dan alumunium swing arm dengan monoshock di belakang ini, tetap terasa stabil.

Perjalanan kami bahkan sempat terhenti beberapa kali karena macet menjelang tiba kembali di Kuta pukul 16.00.

Rampunglah test ride New CBR 250 RR di Pulau Dewata. Bali memang cocok dijadikan tempat menikmati motor yang merupakan “adik kecil” dari Honda RCV 213 V ini. Terbukti seluruh fiturnya bisa terkesplorasi dengan baik.

Perjalanan sekitar 10 jam ini kami rasakan dengan cukup melelahkan, tapi bersamaan dengan itu juga sangat menyenangkan.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik