Link: Rental Mobil

Puasa Ternoda Knalpot, Polisi Ayo Beli DB Meter
Tindakan tilang mudah dilakukan dengan alat ini
May 28 2017

By
premium cars Puasa Ternoda Knalpot, Polisi Ayo Beli DB Meter


Tidak sedikit masyarakat yang mengeluh puasanya terganggu oleh suara knalpot bising. Polisi harus bertindak lebih tegas sesuai peraturan.

“Kita jadi dapat beban tambahan waktu puasa, harus nahan emosi karena kaget dengar suara knalpot bising. Malahan kadang jantung sampai berdebar-debar,” ujar Wahyudin, 32 tahun, seorang pedagang ponsel yang punya kios di jalan raya Kalimalang, Jakarta Timur.

“Kan puasa jadi kurang pahalanya kalau kita mengumpat, meski dalam hati,” imbuhnya.

ATURANNYA SUDAH JELAS

Larangan knalpot bising sebenarnya jelas tertera dalam undang-undang yang kemudian dirinci pada peraturan pemerintah. Pasal 48 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan dengan jelas:

“Persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh kinerja minimal Kendaraan Bermotor yang diukur sekurang-kurangnya terdiri atas (salah satunya) kebisingan suara”.

Aturan ini pun dikaitkan dengan “Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.”

Adapun peraturan pemerintah merujuk pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Di situ tersurat jelas dalam tabel bahwa setiap kendaraan bermotor roda dua dengan kapasitas mesin kurang dari 175 cc punya standar kebisingan 80 desibel (dB), sedangkan cc lebih dari 175 cc berstandar kebisingan 83 dB.

PELAKSANAANNYA YANG BELUM CIAMIK

Namun belum semua petugas yang merazia dibekali alat yang bisa mengukur dB. Feeling atau pendengaran langsung petugas tidak sesuai dengan peraturan tersebut.

Dengan demikian, petugas harus dibekali dB meter. Kepolisian Republik Indonesia harus membeli dB meter dan dibagikan kepada petugas di lapangan.

HARGA dB METER

Dari penelusuran Ascomaxx di sejumlah toko online, banderol dB meter dimulai dari Rp 240 ribu hingga Rp 550 ribu, tergantung merek dan dimensi layar monitornya.

Bila membeli satuan memang terlihat ekonomis, namun bila membeli dalam jumlah banyak bisa terasa besar angkanya. Tapi bagaimana pun Polri perlu menganggarkannya. Sebab alat ini penting untuk menegakkan hukum.

Bukan hanya itu, dB meter juga bisa mendidik pengendara motor atau mobil untuk memiliki tanggung jawab sosial, dan bukan hanya mementingkan kepuasan pribadi. Pembiaran knalpot bising akan merusak karakter bangsa menjadi egois dan tidak berempati kepada sekitarnya.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik