Link: Rental Mobil

Opel GT, Si Baby Corvette
Only Flying is More Exciting
November 28 2016

By ALDI PRIHADITAMA
classic cars Opel GT, Si Baby Corvette


Slogan ‘Only Flying is More Exciting’ merupakan salah satu kalimat yang legendaris dalam dunia periklanan otomotif global. Slogan tersebut erat hubungannya dengan sebuah mobil yang kini telah resmi menyandang status klasik, yaitu Opel GT.

Karir hidupnya bermula di tahun 1965, saat Opel memperkenalkan sebuah mobil konsep dengan bentuk yang amat aerodinamis (saat itu), di Internationale Automobil-Ausstellung (IAA) atau yang dikenal sebagai Frankfurt Motor Show.

Opel sendiri sadar bahwa mobil tersebut sepertinya sukar untuk segera direalisasikan sebagai produk massal, sehingga masih banyak bagian yang dirancang ulang agar lebih visibel untuk diproduksi.

Tak heran jika akhirnya Opel baru merampungkan proyek tersebut tiga tahun kemudian. Namun sedikit yang sadar bahwa Opel telah menciptakan langkah brilian, karena untuk pertama kalinya di Eropa, sebuah mobil yang diproduksi massal sebenarnya bermula dari mobil konsep.

Di tahun 1968, Opel tidak menampik kenyataan bahwa produknya memiliki kemiripan bentuk dengan Chevrolet Corvette. Karena Opel juga berada di bawah naungan korporasi raksasa General Motors (GM), maka sah-sah saja jika pabrikan Jerman tersebut mengaplikasikan bahasa desain baru milik GM, yakni ‘Coke Bottle Shape’, yang juga diterapkan pada Corvette Stingray di tahun yang sama.

“Di samping memiliki bentuk yang fantastis, mobil sport Opel ini sengaja didesain untuk memiliki tingkat aerodinamika yang tinggi,” jelas Erhard Schnell, seorang desainer Opel.

Bagian depan yang meruncing dengan sepasang lampu depan pop-up, fender depan yang berotot, lengkungan bodi yang berada di area pintu, hingga fender belakang yang gemuk, menjadi karakter khas Opel GT ini.

Tanpa Bagasi

Terlahir sebagai mobil sport berukuran kompak, Opel GT ini ternyata banyak menggunakan komponen dari Opel Kadett yang cukup ‘konvensional’ dan minim teknologi canggih saat itu. Bodi futuristis Opel GT tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan komponen logam asal Perancis, Autocars Chausson, di kota Reims.

Lantas bodi tersebut dikirim ke perusahaan pembuat lokomotif dan gerbong kereta api yang juga berasal Perancis, Brissonneau et Lotz.

Perusahaan ini menangani proses pengecatan, pemasangan jalur kelistrikan, dan berbagai komponen interior. Setelah itu proses perakitan dilanjutkan oleh pabrik Adam Opel AG di kota Bochum, Jerman, untuk menyatukan bodi dengan mesin dan chassis. Pabrik Opel ini juga sebagai pusat perakitan Opel Kadett.

Meski dimensi fisiknya tidak bongsor, tapi interiornya tergolong lapang untuk mobil sport berukuran kompak. Desainer Opel amat memikirkan bentuk bodi sensual GT ini untuk mengemas desain interior dengan ruang yang lega.

Bahkan bagi pengemudi dan penumpang yang memiliki tinggi tubuh sekitar 180 cm pun tidak akan menggerutu dengan ruang kepala dan ruang kaki pada Opel GT ini.

Opel GT dapat terlihat menjadi sebuah mobil coupe maupun fastback. Uniknya, mobil ini tidak memiliki ruang kargo, bahkan kap bagasi pun turut absen. Sebagai pengganti, terdapat kompartemen di balik sepasang joknya, yang dapat diakses melalui panel lipat.

Di dalamnya tersimpan ban cadangan, dongkrak, dan kantung perkakas. Kompartemen ini juga dapat digunakan untuk menyimpan barang bawaan, meski kapasitasnya tidak terlalu besar.

Target Ekspor

Untuk urusan sumber tenaga, Opel hanya menyediakan 2 pilihan, yaitu mesin 4-silinder 1,1 liter OHV (overhead valve) bertenaga 67 hp sebagai varian standar dan mesin 4-silinder 1,9 liter CIH (camshaft in head) bertenaga 102 hp sebagai varian atas. Kedua mesin ini dipadukan dengan transmisi manual 4-speed dan opsi transmisi otomatis 3-speed hanya tersedia untuk varian mesin 1,9 liter CIH saja.

Jika performa kedua mesin tersebut dibandingkan dengan standar performa mesin mobil masa kini, mungkin terlihat menggelikan. Tapi di era akhir 1960-an, performa tersebut cukup baik, mengingat Opel GT hanya memiliki bobot total sekitar 900 kg saja.

Sebuah Opel GT bermesin 1,9 liter dapat berakselerasi 0-100 kpj dalam tempo 10,8 detik dan top speed yang dicapai adalah 185 kpj. Tentu saja prestasi ini juga terkait dengan bentuknya yang aerodinamis.

Sebagai komparasi, di era itu terdapat saloon premium yaitu Mercedes-Benz 280 SE 3.5 yang bermesin V8 3,5 liter bertenaga 200 hp.

Mobil tersebut memiliki top speed sekitar 200 kpj, dengan kata lain hanya terpaut 15 kpj saja dengan Opel GT yang mengusung mesin berkapasitas jauh lebih kecil dan bobot yang lebih ringan.

Opel juga memikirkan aspek pengendalian yang optimal untuk GT ini. Oleh karenanya, chassis Opel GT menggunakan komponen suspensi twin A-arm untuk bagian depan dan center-joint rigid axle dengan longitudinal control arm serta lateral track bar untuk bagian belakang.

Adam Opel AG memproduksi Opel GT antara tahun 1968 hingga 1973, dengan jumlah unit yang diproduksi mencapai 103.464 unit.

Sekitar 85% dari seluruh unit yang diproduksi ialah untuk pasar ekspor dan 70.222 unit dipasarkan di Amerika.

Fakta unik lain, bahwa Opel pernah memecahkan rekor dunia untuk kategori kecepatan tertinggi mobil bermesin diesel di tahun 1972. Mobil bermesin diesel 2,1 liter 95 hp tersebut menggunakan bodi Opel GT yang dimodifikasi secara maksimal untuk mendapatkan tingkat aerodinamika sebaik mungkin, sehingga kecepatan tertingginya mencapai 197 kpj.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik