Link: Rental Mobil

Grand Tourer Kelas Dunia Dari Jepang
Hanya Diproduksi 351 Unit
November 25 2016

By ALDI PRIHADITAMA
classic cars Grand Tourer Kelas Dunia Dari Jepang


Seiring dengan kesuksesan balap Grand Prix yang diselenggarakan di Jepang pada tahun 1963 dan 1964, segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan dunia motorsport di negara tersebut pun langsung melesat dengan cepat.

Tak mengherankan jika para penggemar otomotif Jepang saat itu meminta para pabrikan mobil untuk mulai menciptakan produk-produk yang berperforma tinggi.

Guna menjawab antusiasme publik dan pergeseran selera pasar ini, Toyota terdorong untuk memulai langkah baru dalam segmen otomotif yang dijalaninya. Sekaligus untuk memperlihatkan kemampuan dan teknologi Toyota dalam menciptakan kendaraan, yang telah mereka lakukan sejak tahun 1930-an.

Di tahun 1965, Toyota Sport 800 diperkenalkan sebagai langkah awal Toyota dalam memasuki segmen mobil sport. Meski itu terkesan minimalis, namun mobil ini tetap dapat memenuhi hasrat pengemudi yang menyenangi mobil sport kompak yang lincah.

Mesin yang digunakan ialah flat-twin (2 silinder) berkapasitas 800 cc, bodinya terbuat dari material alloy ringan dan memiliki atap Targa yang dapat dilepas.

Sayangnya, Toyota Sports 800 belum berhasil menggoda konsumen di luar Jepang, karena produk asal Eropa masih mendominasi pasar mobil sport di era tersebut.

Toyota pun ingin mengembangkan produk yang nantinya menyasar segmen Grand Touring (GT). Guna merealisasikan rencana tersebut, Toyota menggandeng Yamaha untuk mendesain dan mengembangkan produk GT tersebut.

Tujuannya ialah menciptakan mobil coupe berperforma tinggi yang praktis, namun tetap nyaman serta dapat diandalkan untuk pengunaan sehari-hari.

Lantas jika pemiliknya ingin menggunakan mobil tersebut untuk kegiatan balap, cukup dengan melakukan sedikit sentuhan modifikasi saja. Karena memang sudah memiliki karakter yang sportif sejak diciptakan.

Prototipe mobil GT kolaborasi Toyota dan Yamaha tersebut akhirnya dapat ditampilkan pada ajang 12th Tokyo Motor Show di musim gugur tahun 1965.

Meski unitnya hanya ‘duduk manis’ di atas panggung, namun mobil berbodi alumunium dengan dua tempat duduk itu berhasil menebar sensasi ke setiap pengunjung acara.

Bahkan sejumlah pelanggan Toyota yang berasal dari kalangan papan atas, sangat menyukai mobil tersebut dan ingin segera membeli unit produksinya.

Toyota tidak ingin tergesa-gesa untuk segera menjual produk GT tersebut, karena masih banyak persiapan dan pengembangan yang harus dilakukan, sebelum konsumen dapat membelinya di lantai showroom.

Toyota memanfaatkan peluang emas setelah pameran akbar di Tokyo tersebut. Selain mengembangkan dan menyempurnakan segala aspek dari unit prototipe yang telah dibuat,

Toyota juga mengikutsertakannya dalam ajang balap Speed Trials yang diadakan di Yatabe High Speed Testing Course pada tahun 1966. Langkah ini tak lain untuk mendemonstrasikan performa dari mobil tersebut.

Setelah mengikuti balap ketahanan selama 72 jam non-stop tersebut, mobil berwarna kombinasi kuning dan hijau tersebut mampu bertahan di bawah derasnya hujan dan mencatat kecepatan rata-rata sekitar 206 kpj pada setiap putaran sirkuit.

Prestasi tersebut tentu saja diganjar dengan memecahkan 3 rekor dunia dan 13 rekor internasional dalam aspek kecepatan dan ketahanan. Semua ini menjadi bukti bahwa Toyota mampu menggabungkan teknologi modern dengan keandalan untuk sebuah mobil GT berperforma tinggi.

Selanjutnya ialah memasarkan unit produksi dari mobil tersebut. Bulan Mei 1967, Toyota memperkenalkan 2000GT untuk pasar domestik di Jepang.

Mobil berkode internal MF10 ini dibuat secara volume rendah dengan menggunakan material yang eksotis dan tingkat spesifikasi yang belum pernah diterapkan oleh Toyota sebelumnya.

Karena 2000GT merupakan produk yang spesial, maka Toyota menunjuk Yamaha untuk melaksanakan kegiatan produksinya, agar segala pekerjaan dapat dilakukan secara mendetail.

Toyota 2000GT memiliki bodi coupe yang amat rendah, hasil rancangan Jiro Kawano dan Satoru Nozaki. Tubuh 2000GT memiliki proporsi dan bahasa desain dari sebuah mobil sport era 1960-an.

Bagian depannya yang panjang, fender depan yang berotot, sudut overhang depan yang pendek, dan atap fastback dengan pintu hatchback. Bodi ini ditopang oleh konstruksi chassis berbentuk ‘X’.

Banyak yang menganggap bahwa fisik mobil ini terinspirasi dari bentuk Jaguar E-Type, namun desain 2000GT memiliki fitur yang tidak pernah ada pada mobil-mobil GT era tersebut.

Ciri utama 2000GT ialah keempat lampu depannya, yakni sepasang terletak pada sisi grille dan sepasang lainnya beroperasi secara pop-up. Lampu belakangnya diaplikasikan pada panel besi, bukan menempel langsung pada panel bodi.

Karakter interior Toyota 2000GT amat berbeda dengan gaya Toyota pada umumnya, karena condong ke desain interior mobil sport Eropa. Meski ruang kabinnya tidak tergolong lapang, namun tetap memiliki aspek kenyamanan dan kemewahan yang tidak pernah ada pada produk Toyota mana pun.

Dashboard dengan penal kayu rosewood, lapisan kayu pada panel dashboard tengah dan console tengah, hingga lingkar setir yang terbuat dari material kayu. Bahkan terdapat opsi sistem a/c untuk 2000GT.

Panel instrumen ditata seperti mobil GT pada umumnya, dengan dua indikator besar di balik setir, yakni tachometer dan speedometer.

Sedangkan lima indikator lainnya diletakkan di atas unit radio dan pada panel dashboard tengah tersebar beberapa switch kontrol. Bentuk joknya tergolong sportif, namun masih belum bisa menandingi jok milik Jaguar maupun Ferrari.

Di balik kap mesin Toyota 2000GT teronggok jantung mekanis 6 silinder DOHC berkapasitas 2,0 liter racikan Yamaha. Mesin yang mengambil basis mesin Toyota Crown ini memiliki 3 unit karburator two-barrel Solex 40 PHH dan mampu menghasilkan tenaga maksimal 150 hp dan torsi puncak 176 Nm. Namun ada 9 unit Toyota 2000GT yang menggunakan mesin 6 silinder SOHC 2,3 liter bertenaga 140 hp dan semuanya ditujukan khusus untuk pasar Amerika.

Toyota 2000GT menggunakan transmisi manual 5-speed dan opsi transmisi otomatis 3-speed baru tersedia di tahun 1969. Selain itu, guna mendukung performa mesin yang dihasilkan,

Toyota memasang fitur limited-slip pada gardannya dan sistem rem cakram di keempat rodanya. Ini membuat Toyota 2000GT menjadi mobil Jepang pertama yang menggunakan kedua fitur tersebut sebagai perlengkapan standar.

Kemampuan Toyota 2000GT versi standar pun dianggap fenomenal saat itu. Akselerasi 0-100 kpj dapat ditempuh dalam tempo 8,6 detik dan top speed mencapai 217 kpj.

Performa tersebut langsung membuatnya disebut sebagai supercar pertama asal Jepang. Predikat itu semakin diperkuat melalui kesuksesannya di ajang motorsport, seperti pada Fuji 24-Hour Race 1967 dan SCCA Production Car Race 1968.

Ketenaran Toyota 2000GT juga merambah layar lebar, dengan menjadi salah satu bintang di film James Bond yang diperankan oleh Sean Connery, yakni You Only Live Twice.

Namun khusus pada film ini, bodi Toyota 2000GT mengalami modifikasi, karena Sean Connery sulit untuk masuk ke dalam kabinnya. Akhirnya Toyota pun memotong bagian atap dan membuat 2000GT tersebut menjadi sebuah mobil atap terbuka (open-top), hanya dalam dua minggu sebelum film itu mulai digarap.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik