Link: Rental Mobil

Coupé Yang Tak Lekang Oleh Waktu
Mengusung gaya yang kontemporer sekaligus elegan
March 22 2017

By ALDI PRIHADITAMA
classic cars Coupé Yang Tak Lekang Oleh Waktu


Bulan Maret 1977, tepat di Geneva Motor Show tahun itu, Mercedes-Benz memperkenalkan model coupé baru untuk memperkaya jajaran produknya, yakni C 123 yang hadir dalam tiga varian: 230 C, 280 C, dan 280 CE. Hanya berselang satu tahun saja, pabrikan asal Stuttgart ini langsung menciptakan versi coupé dari model W 123 saloon (atau di Indonesia memiliki julukan Mercedes-Benz Tiger).

Tak heran jika debut C123 di Geneva Motor Show 1977 langsung menarik banyak perhatian dari para pengunjung pameran tersebut. Model C 123 ini menjadi salah satu pondasi dari produk coupé Mercedes-Benz yang memiliki ‘hubungan darah’ dengan E-Class Coupé terbaru. Sepertinya Mercedes-Benz memang selalu punya cara tersendiri untuk melakukan visualisasi gaya kontemporer yang berpadu dengan nilai kemewahan.

Meski terlihat sangat mirip dengan versi W 123 saloon, coupé C 123 ini merupakan hasil kreasi yang memiliki perbedaan fisik. Ketinggian atap bodinya 40 milimeter lebih rendah dibandingkan W 123, dan panjang bodinya pun lebih pendek 85 milimeter dibandingkan versi saloon. Hasilnya, sudut kaca depan dan belakang yang lebih landai, sehingga memberi kesan bahwa mobil ini memiliki bodi yang panjang.

Agar sosok C 123 lebih dramatis ketika dilihat dari sisi samping dan saat semua kaca jendelanya diturunkan, kedua pintunya tidak menggunakan bingkai kaca jendela (frameless) serta tidak memiliki tiang pilar B. Selain itu, visibilitas pengemudi dan penumpang ke sisi samping mobil pun tidak terhalang.

Beberapa detail pada bodi C 123 merujuk pada sejumlah komponen yang digunakan pada W123 varian 280 dan 280 E, yakni lampu depan model ‘broad-band’, kisi-kisi udara di bawah kaca depan yang berlapiskan chrome, dan trim chrome di bagian bawah lampu belakang. Di bulan September 1982, kisi-kiri udara di bawah kaca depan tersebut diganti dengan yang berwarna hitam.

Saat diluncurkan, C 123 tersedia dalam varian 230 C, 280 C, dan 280 CE. 230 C menggunakan mesin empat silinder M 115 2,3 liter bertenaga 109 hp, sedangkan pada 280 C dan 280 CE menggunakan mesin enam silinder M 110 2,8 liter. Perbedaan untuk mesin 280 C dan 280 CE ialah pada sistem pasokan bahan bakar, jika 280 C masih menggunakan karburator, maka 280 CE telah menggunakan sistem injeksi. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan adalah 156 hp untuk 280 C dan 177 hp untuk 280 CE.

Bulan September 1977, Mercedes-Benz memperkenalkan 300 CD, yaitu keluarga baru C 123 yang bermesin diesel lima silinder 3,0 liter dengan output 80 hp dan khusus untuk pasar Amerika Utara. Di tahun 1980, varian 230 C dan 280 C akhirnya dihentikan dari jalur produksi. Varian 230 CE yang menggantikan ‘posisi’ 230 C, mengusung mesin empat silinder baru M 102 2,3 liter 136 hp dengan sistem injeksi bahan bakar.

Konsumen di Amerika menyambut baik kehadiran coupé bermesin diesel, sehingga Mercedes-Benz pun termotivasi untuk meluncurkan 300 CD Turbodiesel yang bertenaga 125 hp, di bulan Agustus 1981. Selain aspek teknis yang ditawarkan oleh Mercedes-Benz, terbukti penampilan fisik C 123 yang menjadi nilai utama keberhasilan dalam penjualan.

Selama tak kurang dari delapan tahun di pasaran, C 123 berhasil terjual sebanyak 99.884 unit dan 15.509 di antaranya adalah yang bermesin diesel. Produksi Mercedes-Benz C 123 coupé berakhir pada bulan Agustus 1985. 40 tahun setelah C 123 diperkenalkan pertama kali, hingga kini penampilan fisiknya seolah tidak lekang oleh waktu dan masih mengundang decak kagum dari para car-enthusiast.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik