Link: Rental Mobil

Banteng Petarung Paling Spesial Dari Lamborghini
Tidak semua mengenal kisah unik Diablo GT1 ini
June 06 2017

By ALDI PRIHADITAMA
exotic cars Banteng Petarung Paling Spesial Dari Lamborghini


Jika saja keadaan finansial Lamborghini cukup baik pada tahun 1990an, mungkin mobil ini sempat bertarung sengit dengan McLaren F1 GTR dan Porsche 911 GT1 di berbagai kejuaraan balap GT, bahkan balap Le Mans. Oleh karenanya, hanya ada dua unit Diablo GT1 yang sempat lahir.

Di tahun 1996, Automobili Lamborghini SpA menghubungi Signes Advanced Technology (SAT), sebuah perusahaan spesialis desain dan konstruksi mobil prototipe maupun mobil balap, untuk merancang serta membuat sebuah mobil balap yang nantinya akan menjadi Lamborghini Diablo GT1.

Lamborghini sendiri sanggup untuk menyuplai mesin V12 versi khusus dan menyelesaikan proyek tersebut sesuai peraturan homologasi mobil balap. SAT yang bermarkas di kota Toulon, Prancis, berhasil membuat dua unit Diablo GT1, yakni dengan chassis VLA12001 dan WLA12000, berkat kerja keras dari tim yang beranggotakan 15 teknisi. Alain Marguet sebagai manager dan Michel Costa selaku chief engineer.

Layaknya mobil berspesifikasi GT pada umumnya, bodi Diablo GT1 ini terkena modifikasi yang cukup besar, sehingga tampilan Diablo asli pun nyaris pupus. SAT menyematkan spoiler besar pada bumper depan dan spoiler belakang yang terintegrasi pada bodi. Di balik spoiler depan itu, tersimpan pendingin oli dengan lubang udara berukuran besar. Lampu pop-up bawaan pun dilengser dengan lampu poly-ellipsoid yang dilapis dengan panel Plexiglas.

Bodi bagian belakang Diablo GT1 dapat dilepas untuk memberi akses yang mudah menuju mesin V12. Ruang mesin mendapat suplai udara segar dari sepasang lubang udara di belakang atap. Sedangkan terdapat empat lubang udara di bawah spoiler belakang, untuk mengalirkan udara dari ruang mesin menuju ke luar.

Seluruh panel bodi dibuat oleh SAT dengan menggunakan material serat karbon berbobot ultra-ringan. Uniknya, pengoperasian pintu model gunting masih digunakan, layaknya Diablo versi standar. Sudut geometri suspensi dan chassis juga terkena modifikasi oleh SAT, untuk memenuhi peraturan balap.

Jika pada Lamborghini Diablo versi standar, mesinnya berkapasitas 5,7 liter, maka mesin V12 berspesifikasi khusus yang dibuat untuk mobil ini memiliki kapasitas 6,0 liter. Melalui penggunaan sistem injeksi bahan bakar yang diprogram ulang, camshaft berdurasi tinggi, sistem pelumasan dry-sump, dan satu koil pengapian untuk satu busi, mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 655 hp dan torsi 686 Nm. Sedangkan transmisinya adalah Hewland TGTA-200 sequential 6-speed, dengan plat kopling karbon buatan AP Racing.

Lamborghini Diablo GT1 menggunakan cakram rem karbon dari Brembo/AP Racing dan dipadu dengan kaliper 6 piston untuk depan dan 4 piston untuk belakang. Pada awalnya, Lamborghini Diablo GT1 tampil dengan ban buatan Michelin, namun kemudian diganti dengan ban slick berspesifikasi balap lansiran Dunlop. Ban tersebut membalut velg alloy ringan berukuran 18 inci dari OZ Racing.

Lamborghini Diablo GT1 dengan chassis VLA12001 dibeli oleh Isao Noritake (President Japan Lamborghini Owner’s Club) dan digunakan untuk mengikuti seri balap All Japan Grand Touring Car Championship sejak tahun 1997. Sedangkan Diablo GT1 berwarna kuning dengan chassis WLA12000 ini tetap menjadi versi jalan raya atau disebut dengan versi Stradale.

Bulan April 1997, Lamborghini Diablo GT1 bernomor chassis WLA12000 ini didaftarkan pada Kementerian Transportasi Italia dan Federation International de l’Automobile (FIA) untuk mendapat sertifikasi homologasi balap di tahun 1998. Sayangnya saat itu Lamborghini sudah dalam proses pindah kepemilikan dari MegaTech menuju Audi AG dan proyek GT1 pun terabaikan karena ada fokus baru, yaitu Diablo GT dan Diablo GTR.



Advertising


Advertising


 
©Ascomaxx 2015. All rightsreserve

Berita Otomotif |

Mobil Sport |

Mobil Klasik